Pagiku kabur ditelan tidur
Pagiku lari tak pernah kemari,
menghampiri angan dan nyata diri
Kokok ayam selalu ku nanti
Senyum mentari ingin ku nikmati
Sejuk udara sangat ku damba,
setiap pagi hingga menjemput mega
Terasa rindu
teramat kangen
terlalu harap ku menunggu
terlalu lelah ku mengadu
pada jasad yang tak tahu malu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
baiknya karya tak terbuat langsung indah, namun saran dan kritik pembaca salah satu faktor penentu keindahan sastra