Terasa sesak nafasku
Terlihat buram mataku
Teramat hampa kupingku
Teramat kaku lidahku
Dunia seperti tanya
Hidupku seakan sama
Ratapku tak pernah reda
Menjalani langkah penuh duka
Doaku sepanjang masa
Rintihku menjemput senja
Aku terkapar dalam lemah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
baiknya karya tak terbuat langsung indah, namun saran dan kritik pembaca salah satu faktor penentu keindahan sastra