Alam
Pohon ku tinggal akar
Sungai ku tinggal batu
Gunung ku tinggal bukit
Udara ku berubah polusi
Alam kian hari kian sepi
Hewan-hewan pergi dan mati
Pohon rumput terbakar api
Tinggal abu panaskan aku
Sampah menjadi teman
Dapat ditemui di semua tempat
Banjir menjadi sahabat
Datang setiap hujan turun
Kawan
Sekali saja berpikirlah
Barengi dengan tindakan
Andai kamu menebangi pohon dan kamu mati tertimpa pohon itu?
Andai kamu membuang sampah sembarangan dan bangkaimu terapung di sungai yang banjir
Apa yang akan kamu lakukan?
Sedikit menyinggung masalah pemanasan global dan kerusakan alam, jauh sebelum bahan perbincangan tahun-tahun kemarin, SLANK telah lebih dulu mencipta lagu
Alami
Hujau lepas memandang
Daun dan pohon riang
Burung biru melintas
Ku tak tahu namanya
Tapi indah, indah sekali,
Oh indah, sampai ke hati
Gunung tinggi menjulang
Tinggi menembus tulang
Burung kecil bernyanyi
Ku tak kenal namanya
Tapi merdu, merdu sekali,
Oh indah, sampai ke hati
Bodohnya aku
Yang tak mengenal dan tak mengerti
Sungguh bodohnya aku
Yang tak mau belajar bersahabat dengan alam
Angin bertiup ringan
Serasa bersahutan
Kupu hitam yang terbang
Tak mengerti jenisnya
Tapi cantik, cantik sekali,
Oh canti, sampai kehati
Tapi merdu, merdu sekali,
Oh merdu. sampai kehati
Tapi indah, indah sekali,
Oh indah, sampai kehati
Slank
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
baiknya karya tak terbuat langsung indah, namun saran dan kritik pembaca salah satu faktor penentu keindahan sastra